Di antara 1,2 trilyun lebih hal yang mungkin dilakukan teman saya Dhanoe, pada hari itu ia lebih memilih untuk diphoto dengan gaya ’seolah’ merenung. Bahkan -siapa tahu- memang benar-benar sedang merenung. Benar atau tidak, sampai saat ini tak seorang pun tahu. Atau mau tahu.
Tapi sungguh, merenung itu tidaklah sesunyi yang terlihat: ada gemuruh pikiran yang lincah meliuk dan bertutur!.

1 Komentar
26 Februari 2006 pukul 06:14:10
sama dong seperti bung taz