14 Desember 2005...18:02:30

Tidak harus orang-orang ternama tadi

Lompat ke Komentar

Surat kabar Republika edisi Kamis 8 Desember 2005 memuat berita tentang ICMI. Isinya tentang hasil Muktamar IV Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia di Makassar. Lima orang (4 pria dan 1 wanita) ternama terpilih memimpin memimpin ICMI periode 2005-2010 secara bergantian.

Kemudian Rabu 14 Desember 2005, di beberapa stasiun televisi, ditayangkan berita mengenai berakhirnya pertemuan puncak (pemimpin) negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur Malaysia yang dihadiri oleh 10 kepala negara/pemerintahan (9 pria dan 1 wanita).

Jika anda mendapatkan berita pertama secara online, kemudian tidak melihat tayangan berita kedua, maka tidak ada yang membuat anda bingung. Bisa jadi, itu hanya berita biasa.

Tapi bagi yang mendapatkan kebalikannya, tentu menangkap sesuatu yang tidak pas, tidak match. Saya sendiri lebih suka menyebutnya “membingungkan“.

Kesamaan kedua berita tersebut adalah adanya rekaman yang menunjukkan seremoni usainya acara, dimana para tokoh ternama tersebut berpegangan tangan lalu mengangkatnya tinggi-tinggi. Semua tokoh, termasuk yang perempuan.

Nah, yang jadi membingungkannya adalah saya kesulitan untuk menemukan hujjah yang menyatakan bahwa “jika orang ternama telah menyelesaikan perhelatan yang penting, maka dibolehkan atas mereka untuk melakukan seremoni dengan berpegangan tangan antara laki-laki dan perempuan“.

Sungguh, saya berharap semoga ada orang yang mau mengabarkan kepada saya, bagaimana duduk persoalan yang sebenarnya atas hal ini. Siapa pun itu, tidak harus orang-orang ternama tadi.

Tinggalkan Balasan