6 Desember 2005
Yasser Arafat, Simbol Perjuangan Panjang Palestina
Presiden Palestina Yasser Arafat telah menjadi simbol dan personifikasi perjalanan panjang perjuangan Palestina untuk merdeka di negeri sendiri. Sejak masa remaja, Yasser, nama panggilannya semasa kecil, sudah berjuang untuk bangsa dan negerinya. Berulangkali nyawanya terancam tapi ia tak pernah surut melawan Israel yang mencaplok negerinya. Bahkan terakhir, ia diancam usir paksa oleh Zionis Israel dari markasnya di Yerusa-lem. Tapi ia tak gentar.
Mohammed Abdel-Raouf Arafat bin Qudwa al-Hussaeini lahir 24 Agustus 1929 di Kairo. Ayahnya adalah seorang pedagang tekstil keturunan Palestina dan Mesir, ibunya berasal dari keluarga Palestina di Yerusalem. Ibunya mening-gal ketika Yasser, begitu ia biasa dipanggil, berumur lima tahun, lalu ia dikirim untuk tinggal bersama pa-man dari pihak ibu di Yeru-salem, ibukota Palestina.
6 Desember 2005
Membersihkan ‘Sampah’ dari Pikiran
Saudaraku, ada kisah menarik dari Anas bin Malik. Suatu ketika ia berjalan dengan Rasulullah SAW. Ketika itu, datanglah seorang Arab badui dari arah belakang. Dengan serta-merta ia menarik jubah najraani yang dikenakan Rasulullah SAW.
Anas berkata, “Aku memandang leher Rasulullah dan melihat bahwa jubah itu telah meninggalkan bekas merah di sana karena kerasnya tarikan. Orang badui itu kemudian berkata, ‘Wahai Muhammad, beri aku sebagian dari kekayaan Allah yang ada di tanganmu’. Rasul kemudian menoleh kepadanya, dan tersenyum, lalu memerintahkan agar orang itu diberi uang.”
5 Desember 2005
Kontemplasi
Di antara 1,2 trilyun lebih hal yang mungkin dilakukan teman saya Dhanoe, pada hari itu ia lebih memilih untuk diphoto dengan gaya ’seolah’ merenung. Bahkan -siapa tahu- memang benar-benar sedang merenung. Benar atau tidak, sampai saat ini tak seorang pun tahu. Atau mau tahu.
Tapi sungguh, merenung itu tidaklah sesunyi yang terlihat: ada gemuruh pikiran yang lincah meliuk dan bertutur!.


